Teaching a Debt Perspective to 12-Year-Olds

Nice article.. Feeling great after read this!

No More Harvard Debt

A few weeks ago, my buddy and former HBS classmate, Allan, asked me if I’d like to give a talk about my debt pay-off to the youth group that he leads at his church. I was intrigued and asked who the audience would be. “About a dozen young men, ages 12 to 18.” I became both very interested and very intimidated at the same time. What a great time to talk to them about debt! Young people should hear this message sooner rather than later. But also, what a difficult time to talk to them about debt! Will they listen and pay attention? Can they relate? How the heck do I effectively talk to them about debt without getting too simplistic and general?

Well, I literally just got back from giving the talk, and I couldn’t be happier with how it went. The group of guys was extremely engaged and…

Lihat pos aslinya 2.074 kata lagi

Umar bin Abdul Aziz (bagian 2)

Pidato pertama

Beginilah pidato pertama Umar bin Abdul Aziz terhadap rakyatnya,

Yaa ayyuhannaas, sesungguhnya aku telah diuji dengan perkara ini, tanpa dimintai pendapat, tidak pernah ditanya dan tidak ada musyawarah dengan kaum muslimin. Aku telah membatalkan bai’at untukku yang ada di pundak-pundak kalian, sekarang pilihlah (secara bebas) seseorang untuk memimpin kalian.”

Maka orang-orang menjawab serempak, “Wahai Amirul Mukminin, kami telah memilihmu, kami menerimamu, silahkan pimpin kami dengan kebaikan dan keberkahan.”

Saat itu, Umar merasa bahwa dirinya tidak mungkin menghindar dari tanggung jawab khilafah. Umar kemudian berkata kepada rakyatnya bahwa :

  1. Tidak ada nabi setelah Muhammad SAW, tidak ada pula kitab setelah Al-Qur’an. Dan apa yang dihalalkan Allah adalah halal sampai hari Kiamat.
  2. Beliau bukanlah hakim, beliau hanya pelaksana
  3. Beliau bukanlah pelaku bidah, akan tetapi pengikut Nabi
  4. Beliau bukanlah orang terbaik, karena beliau hanyalah seorang lelaki biasa. Hanya saja Allah memberinya beban yang lebih berat daripada rakyatnya.

Beliau juga berwasiat agar rakyatnya :

  1. Bertakwa kepada Allah
  2. Beramal untuk akhirat, karena barang siapa beramal untuk akhirat, niscaya Allah akan mencukupkan dunianya.
  3. Perbanyak mengingat kematian
  4. Tidak berselisih karena dinar dirham.

Umar bin Abdul Aziz juga menekankan bahwa beliau wajib ditaati ketika beliau menaati Allah. Pun beliau juga tidak wajib ditaati jika beliau mendurhakai Allah.

Menyebarkan Cahaya Islam Melalui Tangan Ulama

Umar berusaha keras untuk beramal dengan berpedoman kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Titik tolak Umar adalah pemahamannya terhadap urgensi dan kedudukan khilafah, yatu menjaga Agama dan menata dunia 1. Baca lebih lanjut

Umar bin Abdul Aziz (bagian 1)

Tonggak penting negara yang dibangun Umar bin Abdul Aziz adalah pertama, berdirinya pusat kajian ilmiah dan pendidikan, dan kedua orang yang menjadi penasihat, gubernur dan pejabatnya adalah orang yang shalih, jujur, amanah dan berilmu. Meskipun pemerintahannya demikian singkat, hanya 2 tahun, namun masyarakat luas, baik Muslim maupun non Muslim, hidup berkecukupan sampai tak ada orang yang mau menerima zakat dan sedekah. Berikut ini saya tuliskan ringkasan kecil, dan insyaAllah akan berlanjut di tulisan berikutnya.

Beliau adalah Cicit dari Umar bin Khattab

Beliau adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin al-Hakam bin Abu al-Ash bin Abd Syams bin Abd Manaf. Beliau adalah seorang imam, al-hafidz, allamah, mujtahid, hli zuhud, ahli ibadah, pemimpin, dan Amirul Mukminin dalam arti yang sebenarnya.

Ayah Umar bernama Abdul Aziz bin Marwan bin al-Hakam, satu dari gubernur-gubernur Bani Umayyah pilihan, seorang laki-laki pemberani dan dermawan, beliau memegang jabatan gubernur Mesir lebih dari dua puluh tahun.

Ibu Umar bernama Ummu Ashim atau Laila binti Ashim bin Umar bin al-Khattab. Nenek Umar dari pihak ibu mempunyai kisah dengan Umar bin al-Khattab. Dari Abdullah bin az-Zubair bin Aslam dari bapaknya dari kakeknya Aslam, beliau berkata, “Suatu malam aku sedang menemani Umar bin al-Khattab berpatroli di Madinah. Ketika merasa lelah, beliau bersandar ke sebuah dinding di tengah malam kemudian mendengar wanita berkata kepada putrinya,

”Wahai putriku, campurlah susu itu dengan air.”

Maka putrinya menjawab,”Wahai ibunda, apakah engkau tidak mendengar maklumat Amirul Mukminin hari ini?”

Ibunya bertanya,”Wahai putriku, apa maklumatnya?”

Putrinya berkata,”Dia memerintahkan petugas untuk mengumumkan,hendaknya susu tidak dicampur dengan air.”

Ibunya berkata,”Putriku, lakukan saja, campur susu itu dengan air, kita di tempat yang tidak dilihat oleh Umar dan petugas Umar.”

Maka gadis itu menjawab,”Ibu, tidak patut bagiku menaatinya di depan khalayak dan menyelisihinya di belakangnya.”

Sementara Umar mendengar  semua perbincangan tersebut. Maka dia berkata,”Aslam, tandai pintu rumah tersebut dan kenalilah tempat ini.” Kemudian Umar bergegas melanjutkan patrolinya. Baca lebih lanjut

Sesal

Degg!!

Sakit sekali… Terngiang lagi sebutan penjahat, tidak punya hati, egois dan sebagainya yang dialamatkan pada saya dua malam lalu. Seakan semua itu memang benar adanya.

Dalam hati saya sudah meniatkan pulang selama dua pekan dan meninggalkan semuanya untuk sementara, setelah saya menyelesaikan urusan saya selama lima hari. Namun nyatanya sudah terlambat. Seandainya saja pekan ini tidak ada tes kerja segala macam, mungkin hati saya akan lebih ringan untuk segera pulang. Untuk segera merawat…

Mungkin saat itu, hati saya sudah berkarat. Otak saya sudah membeku. Ruhani saya sudah keruh.

Dan, Engkau memanggilnya, ya Allah…

Akhirnya, dalam satu bulan ini, sudah dua kabar duka menghampiri telinga. Sesak sekali dada ini. Kematian seharusnya memang tak pernah pandang bulu, kapan, siapa dan dimana.

“Di mana pun kalian berada pasti kematian merengut kalian walaupun dalam benteng yang kokoh.” (QS An Nisa: 78).

dan penyesalan memang selalu datang terlambat…

Adab mencari ilmu

Berikut adab dalam mencari ilmu dalam syair-syair Imam Syafi’i  yang dikutip dari Kitab Diwân al-Imâm al-Syâfi’i karya Muhammad Abdurrahim (Beirut:Dar al-Fikr, 1995).

  1. Ikhlas Karena Allah: “Siapa menuntut ilmu untuk meraih kebahagiaan negeri akhirat; ia kan beruntung meraih kemuliaan dari Allah yang Maha Pemberi Petunjuk; Maka dia pun akan meraih kebaikan yang berasal dari hamba-Nya” 
  2. Meninggalkan Perbuatan Dosa: “Aku  mengadu kepada Wakî’ tentang kelemahan hafalanku;  ia pun memberikan nasehat Agar aku meninggalkan maksiat; Ia memberitahuku pula bahwa ilmu itu cahaya; dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang maksiat.”
  3. Menuntut Ilmu Sejak Dini: “Siapa yang kehilangan waktu belajar pada waktu mudanya;  takbirkan dia empat kali; anggap saja ia sudah mati. Seorang pemuda akan berarti apabila ia berilmu dan bertaqwa; Jika dua hal itu tiada, pemuda pun tak bermakna lagi.”
  4. Mencatat Setiap Ilmu yang dipelajari: “Ilmu itu bagaikan binatang buruan, dan menulis adalah pengikatnya;  ikatlah buruanmu dengan tali yang kuat; Sebab diantara bentuk kebodohan, engkau memburu seekor rusa;  lalu kau biarkan rusa itu bebas begitu saja.” 
  5. Sabar Dibimbing Guru: “Sabarlah dengan sikap guru yang terasa pahit di hatimu;  sebab kegagalan itu disebabkan meninggalkan guru. Barangsiapa yang tak mau merasakan pahitnya menuntut ilmu sesaat; sepanjang hidupnya ia akan menjadi orang hina karena kebodohannya.”
  6. Manajemen Waktu yang Baik: “Takkan ada seorang pun yang akan mencapai seluruh ilmu;  takkan ada, meskipun ia terus berusaha seribu tahun lamanya. Sesungguhnya ilmu itu bagaikan lautan yang sangat dalam, sebab itu ambilah semua yang terbaik dari ilmu yang ada.” 
  7. Menikmati Ilmu yang Dipelajari: “Malam-malamku untuk mempelajari ilmu terasa lebih indah daripada bersentuhan dengan wanita cantik dan aroma parfum. Mata penaku yang tertuang dalam lembaran-lembaran kertasku lebih nikmat daripada bercinta dan bercumbu. Menepuk debu-debu yang menempel di lembaran-lembara kertasku lebih indah suaranya daripada tepukan rebana gadis jelita.” 
  8. Bergaul dengan Orang Berilmu dan Saleh: “Bergaullah dengan orang-orang berilmu dan bertemanlah dengan orang-orang saleh diantara mereka; sebab berteman dengan mereka sangat bermanfaat dan bergaul dengan mereka akan membawa keuntungan. Janganlah kau merendahkan mereka dengan pandanganmu; sebab mereka seperti bintang yang memberi petunjuk, tak ada bintang yang seperti mereka.
  9. Mengembara Mencari Ilmu: “Mengembaralah! Engkau akan mendapat sahabat-sahabat pengganti sahabat-sahabat yang ditinggalkan. Bekerja keraslah, karena kelezatan hidup adalah dalam bekerja keras. Saya berpendapat bahwa air jika tetap di suatu tempat, ia akan busuk. Jika ia mengalir barulah ia bersih, dan kalau tidak mengalir akan menjadi kotor. Singa,  jika tidak keluar dari sarangnya, ia tak akan dapat makan. Anak panah jika tak meluncur dari busurnya ia takkan mengena.” 
  10. Menghargai Pendapat Orang Lain: “Jika anda benar-benar memiliki ilmu dan pemahaman  tentang ikhtilaf ulama dulu dan sekarang. Maka hadapilah lawan diskusimu dengan tenang  dan bijak; jangan sombong dan keras kepala.
  11. Tak Pernah Puas dengan Ilmunya: “Setiap aku mendapat pelajaran dari masa, setiap itu pula aku tahu segala kekurangan akalku. Setiap ilmuku bertambah Setiap itu pula bertambah pengetahuanku akan kebodohanku.”

Entah kenapa, terselip keinginan untuk belajar lagi #ea.

Sumber : http://www.adianhusaini.com/index.php/daftar-artikel/16-kuliah-kemana

Kontradiksi

Tulang yang terbungkus kulit
Pipi yang cekung
Rambut yang menipis

Hampir-hampir saya tak mengenali beliau. Beliau adalah sosok yang baik bagi saya. Saat kecil, beliau senang mengajak kami bermain kartu remi. Mengajak kami jalan-jalan. Beliau juga tak segan membelikan kami makanan ketika kami berkunjung. Tak pernah terlihat kesusahan di raut wajah beliau, hingga akhirnya…

Alasan ekonomi. Percekcokan. Hasrat dari yang lain tentang materi yang harus berkecukupan. Mendengar beliau diusir, menjadikan diri paham bahwa menjalani kehidupan dengan kerikil-kerikil terbentang itu memang tak mudah.

Kabar berikutnya, beliau nyaris kehilangan akal.
Kabar lain lagi, beliau mencoba lari dari kehidupan.

Hingga akhirnya beliau berhasil diselamatkan, meskipun akhirnya beberapa bulan kemudian beliau harus kembali lagi ke rumah sakit. Beliau tidak lagi bisa makan. Seringkali beliau muntah ketika memakan sesuatu, bahkan yang paling lembut sekalipun. Baca lebih lanjut

Kawan, inilah jalan dakwah

Nemu taujih nih, cucok buat aktivis dakwah kampus yang merasa diberdayakan. Taujih ini sepertinya datang saat kami sedang sibuk-sibuknya (mungkinn) mempersiapkan parade, agenda syiar besar di lembaga dakwah jurusan. Tapi kayaknya saya enggak baca, soalnya waktu itu jarang ol fb 😛 But, its still touching my heart (ahh, lebayyy)

———————————-
Percakapan dimulai 18 Maret 2011

18/03/2011 21:38

Studi-Islam Teknik-Computer

Lelah

Seiring berjalannya waktu, rasa lelah terhadap dakwah terkadang mampir untuk menyapa, tidak jauh beda dengan tali sepatu, karena lamanya dan seringnya sepatu dibuat bepergian, talinya pun akan mengendor sedikit demi sedikit.. Semangat muda yang kemarin telah ada, terkadang sirna, Kecewa dengan semuanya, sesaat muncul dan menghantarkan kita dalam jurang ketidak percayaan..

Semuanya ada alasan ketika kata2 diatas terlontarkan dari hati para aktivis dakwah… Banyak alasan yang membuat mereka seperti itu,, alasan “kok aku saja yang kerja, kok mereka seperti ini dan itu, kok mereka tidak kasihan sama aku, kok dia selalu menyuruhku, kok di liniku seperti ini dan di lini lain seperti itu, kok aku gak diperhatikan kok dia sulit diajak kerja dll….”

Ketahuilah kawan, inilah jalan dakwah… Inilah jalan para pejuang yang tidak takut celaan, inilah jalan para pengganti generasi yang mencintai Allah dan Allah mencintai mereka (QS.5 : 54) Baca lebih lanjut