Mengenang tentangmu

Ketika seseorang pergi, kita berusaha mengingat kenangan baik tentangnya. Agar seolah kehadirannya tetap ada meski hanya dalam kenangan.

Idul adha tahun ini, beliau menuntaskan keinginannya untuk berkurban. Tak terhitung berapa kali, saya melihatnya rajin melakukan tahajud di pagi buta. Pun rajin shalat duha sebelum dia masuk kerja. Beliaulah orang yang mengajak saya untuk ikut proyek akhirat melalui pembangunan masjid kampus.

Betapa banyak kebaikan beliau. Yang sering mengingatkan kami dalam kebaikan. Meski kadang menasihati dalam marah, namun kami tahu karena beliau sayang. Beliau aktif dalam kegiatan dakwah di luar meskipun hari libur. Tangannya ringan ketika memang orang lain membutuhkan bantuan. Kajian agama beliau ikuti meskipun harus menempuh belasan kilometer dari rumah.

Beliaulah yang pertama kali mengenalkan saya pada keindahan Islam. Yang tetap mengajak saya pengajian, walau saya masih enggan. Yang menunjukkan pada saya betapa aman dan tenangnya hidup ketika mendekat dengan sang Rabb. Yang mencontohkan bagaimana hidup menjadi orang baik dan bermanfaat bagi sesama. Beliau teladan kedua saya setelah Rasulullah SAW.

Beliau adalah kakak saya. Selamat jalan saudaraku. Kita boleh berpisah kemarin lusa, namun semoga dengan perjuangan amal dan ridha Allah, kita tak berpisah di akhirat kelak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s