Umar bin Abdul Aziz (bagian 2)

Pidato pertama

Beginilah pidato pertama Umar bin Abdul Aziz terhadap rakyatnya,

Yaa ayyuhannaas, sesungguhnya aku telah diuji dengan perkara ini, tanpa dimintai pendapat, tidak pernah ditanya dan tidak ada musyawarah dengan kaum muslimin. Aku telah membatalkan bai’at untukku yang ada di pundak-pundak kalian, sekarang pilihlah (secara bebas) seseorang untuk memimpin kalian.”

Maka orang-orang menjawab serempak, “Wahai Amirul Mukminin, kami telah memilihmu, kami menerimamu, silahkan pimpin kami dengan kebaikan dan keberkahan.”

Saat itu, Umar merasa bahwa dirinya tidak mungkin menghindar dari tanggung jawab khilafah. Umar kemudian berkata kepada rakyatnya bahwa :

  1. Tidak ada nabi setelah Muhammad SAW, tidak ada pula kitab setelah Al-Qur’an. Dan apa yang dihalalkan Allah adalah halal sampai hari Kiamat.
  2. Beliau bukanlah hakim, beliau hanya pelaksana
  3. Beliau bukanlah pelaku bidah, akan tetapi pengikut Nabi
  4. Beliau bukanlah orang terbaik, karena beliau hanyalah seorang lelaki biasa. Hanya saja Allah memberinya beban yang lebih berat daripada rakyatnya.

Beliau juga berwasiat agar rakyatnya :

  1. Bertakwa kepada Allah
  2. Beramal untuk akhirat, karena barang siapa beramal untuk akhirat, niscaya Allah akan mencukupkan dunianya.
  3. Perbanyak mengingat kematian
  4. Tidak berselisih karena dinar dirham.

Umar bin Abdul Aziz juga menekankan bahwa beliau wajib ditaati ketika beliau menaati Allah. Pun beliau juga tidak wajib ditaati jika beliau mendurhakai Allah.

Menyebarkan Cahaya Islam Melalui Tangan Ulama

Umar berusaha keras untuk beramal dengan berpedoman kepada al-Qur’an dan as-Sunnah. Titik tolak Umar adalah pemahamannya terhadap urgensi dan kedudukan khilafah, yatu menjaga Agama dan menata dunia 1. Umar melihat bahwa kewajibannya yang terpenting adalah mengenalkan rakyatnya pada dasar agama dan mendorong mereka mengamalkannya. Oleh karena itu, beliau mengutus para ulama untuk mengajar rakyat ke segala penjuru negeri. Umar juga menetapkan gaji bagi para ulama supaya mereka bisa berkonsentrasi menyebarkan ilmu 2.

Tugas ulama ini tidak pula terbatas dalam hal mengajar, namun juga dilibatkan dalam tugas negara, diantaranya adalah tugas peradilan. Perhatian Umar pada perwujudan pemahaman agama yang lurus dan pengertian yang shahih tentangnya, adalah untuk menjaga pemikiran anak-anak umat dari permainan pemikiran yang berimbas pada ketidakstabilan negara, seperti Khawarij dan sebagainya 3.

Menegakkan Musyawarah dalam Pemerintahan

Umar membentuk Majlis Syura permanen dengan mengundang para ahli fiqh madinah dan ulama-ulama besar. Beliau menjauhkan orang-orang yang mempunyai tendensi dunia dan keuntungan pribadi darinya.  Musyawarah tersebut dijadikannya sebagai landasan pemerintahan, sesuai dengan firman Allah pada surat Asy-Syura: 28 dan Ali Imran:159.

Keadilan pada zaman Umar bin Abdul Aziz

Beliau memulai menerapkan keadilan pada dirinya sendiri. Beliau melepas apa yang dimilikinya, hamba sahaya, minya wangi, pakaian, dan barang lain yang bukan kebutuhan pokok dengan cara menjualnya sehingga harganya mencapai 23.000 dinar. Semua uang tersebut diletakkannya di jalan Allah 4.  Umar juga mengembalikan kavling-kavling tanah kepada pemiliknya yang sah, seperti tanah di Yamamah dan di Mesir, yang diberikan Bani Umayyah kepadanya.

Selanjutnya, Umar memeriksa keluarga besarnya, para sepupunya, dan saudaranya dari Bani Umayyah. Umar prihatin melihat mereka membelanjakan harta dalam jumlah besar demi menunjang penampilan dan gaya hidup, diantaranya adalah kuda Arab, kuda non Arab, setiap kendaraan dengan pawangnya dilengkapi tenda, kamar, permadani dan tempat tidur. Umar meminta mereka berlepas diri dari harta dan tanah  yang mereka dapatkan dengan cara yang tidak benar dengan mengembalikannya kepada Baitul Mal. Merasa terancam kedudukannya, bani Umayyah meminta salah seorang anak al-Walid untuk menulis surat yang berisi:

  1. Umar menyimpang dari jalan para khalifah sebelumnya, merendahkan dan mencela mereka.
  2. Umar berbuat buruk terhadap anak para khalifah sebelumnya.
  3. Perbuatan Umar tidak sejalan dengan kebenaran.
  4. Umar telah memutus kerabatnya dan hal itu mengancam kursi khilafahnya.

Umar menjawab: “Celakalah dirimu dan celaka pula Bapakmu. Betapa banyak orang-orang yang akan menuntut dan memperkarakan kalian berdua di Hari Kiamat. Perlahanlah, karena kalau aku berumur panjang dan Allah telah mengembalikan hak kepada pemiliknya, maka aku akan berkonsentrasi untukmu dan keluargamu, lalu aku akan menegakkan kalian di atas jalan yang terang benderang karena kalian meninggalkan kebenaran di belakang kalian.”

Selanjutnya, bani Umayyah menggunakan cara dialog secara kekeluargaan, namun Umar menolak secara tegas dan menekankan bahwa hak mereka atas harta Baitul Mal sama dengan hak kaum Muslimin lainnya. Bani Umayyah sampai mengutus bibi Umar, Fathimah binti Marwan, yang dihormati dan dimuliakan Umar sebelum beliau menjadi khalifah. Namun usaha tersebut gagal manakala Umar menegaskan bahwa tidak ada sesuatupun yang ditakutinya pada hari-harinya yang akan datang, kecuali hari Kiamat. Umar mengatakannya sembari menunjukkan logam dinar yang dipanaskannya ke dalam tungku, lalu ditaruh di bara api sehingga bara api tersebut memercik dan memancar, “Bibi, apakah engkau tidak kasihan kepada keponakanmu ini, dari ancaman seperti ini?” Akhirnya perlawanan Bani Umayyah tidak berlangsung lama, dan masing-masing mereka menyelamatkan harta yang masih bisa diselamatkan.

Umar bin Abdul Aziz mengumumkan kepada umat Islam bahwa barangsiapa merasa haknya diambil oleh gubernur atau orang dari Bani Umayyah atau pernah dianiaya, maka hendaknya dia maju menghadap dengan membawa bukti. Umar terus mengembalikan hak-hak rakyat sejak hari pertama diangkat sampai dia wafat6.

Kebijakan Umar selanjutnya…

Umar juga menurunkan semua gubernur dan penguasa daerah yang zalim kemudian menggantinya dengan orang yang paling layak dari sisi agama dan amanah. Umar menghapus kezaliman yang menimpa para mantan hamba sahaya yang masuk Islam dimana sebelumnya diberlakukan pajak atas mereka dan adanya larangan bagi mereka untuk hijrah. Beberapa gubernur menolak keputusan tersebut. Diantaranya ada yang menulis surat,

Amma ba’du. Orang-orang yang telah masuk Islam dalam jumlah yang besar dan aku takut penghasilan negara tidak mencukupi (karena berkurangnya pungutan pajak).” Maka Umar menjawab, “Aku memahami suratmu, demi Allah, aku benar-benar ingin semua manusia masuk Islam sehingga aku dan engkau menjadi petani yang sama-sama makan dari hasil keringat sendiri.7

Umar menetapkan pajak bagi ahli dzimmah (masyarakat non muslim yang berdamai) bagi siapa yang kuat memikulnya. Bagi ahli dzimmah yang sudah lanjut usia, lemah kekuatannya sehingga tidak mampu bekerja, maka ditanggung kebutuhannya dari Baitul Mal secukupnya. Umar juga menghapus kebijakan sebelumnya dimana Muslim bebas mengejek ahli dzimmah demi kepentingan pribadi. Umar menghapus segala bentuk kezaliman pada ahli dzimmah, sehingga mereka bisa hidup di bawah naungan Islam dengan tenang.

Umar menghapus pungutan liar (Asy-Syura : 183), mengembalikan hak yang terampas dan mengeluarkan zakatnya . Di zamannya, Umar juga memperhatikan binatang tunggangan. Umar melarang mencambuk binatang dengan besi yang tajam dan melarang memasang kekang yang berat. Umar juga menetapkan batas beban unta agar bebannya tidak melebihi kapasitas punggungnya.

Umar memberikan kebebasan kepada rakyatnya dalam hal beribadah, berpolitik (memilih khalifah), hijrah dan berdagang, tentunya dengan batasan dan syarat. Salah satu contoh batasan, yakni Umar melarang keras perdagangan barang haram seperti khamr.

Sifat Umar yang Menonjol

Manhaj Umar bin Abdul Aziz dalam perbaikan dan pembaruan menjadi acuan bagi orang yang berkiprah untuk mengembalikan kemuliaan Islam, termasuk Nuruddin Zanki. Diantara sifat penting Umar bin Abdul Aziz adalah;

  1. Ketakutannya yang besar kepada Allah. Ketika Umar mengingat Allah, beliau menggigil dan menangis sampai air matanya mengalir deras. Hal ini karena imannya yang kokoh kepada Allah dan hari akhir serta hari kiamat.
  2. Zuhud terhadap dunia. Umar memahami bahwa duia adalah rumah ujian dan cobaan. Umar tidak memperhatikan makanannya kecuali sebatas apa yang menghilangkan rasa laparnya dan menegakkan tulang sulbinya, nafkahnya dan nafkah keluarganya dalam satu hari. Hal ini seperti atsar dari Salim bin Ziyad, “Umar memberikan dua dirham kepada keluarganya untuk makan pagi dan petang mereka”. Umar tidak memakai pakaian kecuali yang kasar. Umar mengembalikan hamba sahaya wanita kepada keluarganya. Umar membagikan hamba sahaya laki-laki kepada orang buta dan cacat. Kekayaan Umar di awal kekhalifahannya adalah 40.000 dinar, namun ketika beliau wafat, hanya tertinggal 400 dinar saja.
  3. Tawadhu/Rendah hati. Umar memperbaiki lampunya sendiri ketika ada beberapa oarang yang mengadukan urusan kepadanya. Umar balik mengipasi pelayannya ketika pelayannya tertidur dengan wajah merah dan berkeringat setelah mengipasi beliau. Umar tidak mau banyak bicara, meskipun beliau adalah seorang yang fasih dan jago bicara karena ia takut menjadi sombong. Selain itu, beliau duduk bersama rakyat di atas tanah, menolak para pengawal dan penjaganya berjalan di depannya, menegur sesiapa yang mengagungkannya dan menolak berbeda dengan masyarakat dalam hal kendaraan, makan, minuman dan pakaian8.
  4. Wara, menahan diri dari apa yang merugikan, mencakup hal yang haram dan syubhat. Umar menolak memakan madu yang diantar dengan kendaraan kaum Muslimin. Umar mengganti kayu bakar di dapur kaum Muslimin yang digunakan untuk menghangatkan air untuk wudhu beliau. Umar menolak hadiah karena menganggapnya sebagai suap. Umar menyalakan lampu dari Baitul Mal hanya ketika sedang menunaikan hajat kaum Muslimin. Umar juga menolak berpendapat ketika ditanyai mengenai perang Shiffin (perang Mu’awiyah dengan Aisyah). Beliau berkata, “Darah, Allah telah membersihkan tanganku darinya, maka aku tidak ingin melumuri lidahku dengan (membicarakan)nya.”9
  5. Arif, lapang dada dan pemaaf. Ketika Umar dicaci, beliau tidak menjawab. Ketika ditanya orang, beliau berkata, “Orang yang bertakwa adalah orang yang terkendali.”10 Umar pernah membatalkan hukuman cambuk ketika marahnya pada seseorang mereda. Umar membaca Firman Allah, Ali Imran : 134. Diriwayatkan pula bahwa Umar pernah keluar ke masjid untuk sahur bersama pengawalnya. Keduanya melewati jalan dimana seseorang sedang tidur. Umar tersandung lelaki tersebut, maka lelaki itu berkata, “Apakah kamu gila?” Umar menjawab, “Tidak.” Maka pengawal Umar hendak melakukan sesuatu, namun Umar menahannya, “Sabar, dia hanya bertanya padaku apakah aku gila, dan aku sudah menjawab tidak.”11
  6. Sabar. Umar berkata, “Sikap ridha itu sedikit dan kesabaran adalah pijakan seorang Mukmin.” Perkara terbesar Umar bersabar di atasnya adalah memegang kekhalifahan.
  7. Tegas dan Adil. Umar tegas mengambil harta kamu Muslimin di tangan Bani Umayyah dan menyerahkannya kepada Baitul Mal juga kepada yang merasa haknya terampas.
  8. Berdoa dengan kerendahan hati. Doa yang beliau panjatkan diantaranya adalah, “Ya Allah, buatlah aku rela kepada qadha’Mu, berkahilah aku dalam takdirMu, sehingga aku tidak menginginkan disegerakannya sesuatu yang Engkau tunda atau menginginkannya ditundanya sesuatu yang Engkau segerakan.”12

Disebut Mujaddid Pertama

Umar bin Abdul Aziz disebut sebagai mujaddid pertama dalam Islam. Orang pertama yang menyatakannya adalah Imam Muhammad bin Syihab az-Zuhri, kemudian diikuti Imam Ahmad bin hanbal, beliau berkata, “Dalam hadits diriwayatkan, ‘Sesungguhnya Allah membangkitkan di setiap satu abad seseorang yang membenarkan Agama umat ini’.13 Kami melihat di abad pertama, ternyata mujaddid (pembaharu) itu adalah Umar bin Abdul Aziz.” Setelah itu, para ulama silih berganti menetapkan Umar bin Abdul Aziz sebagai mujaddid pertama. Umar memang seorang ulama pekerja, semangat dan keinginan utamanya serta tekadnya di siang dan malam adalah menghidupkan sunnah dan mematikan bid’ah serta memberangus ajaran yang dibuat-buat, membungkan orang-orangnya dengan argumentasi dan pedang14.

Kepribadian Umar dan kebijakan yang adil memberi pengaruh yang mendalam di kehidupan masyarakat, kecenderungan, keinginan dan minat mereka15.  Ath-Thabari berkata, “Al-Walid adalah khalifah yang gemar mendirikan bangunan. Dia mempunyai gedung dan istana. Orang di zamannya, sebagan dari mereka bertanya (dan berbincang) kepada sebagian yang lain tentang bangunan dan gedung. Lalu Sulaiman memegang jabatan khilafah, dia gemar makanan dan wanita, maka topik pembicaraan masyarakat berkutat pada menikah dan hamba sahaya wanita. Namun ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah, masyarakat berkumpul, sebagian berkata kepada sebagian yang lain, ‘Amal apa yang kamu lakukan malam ini?’ ‘Berapa juz yang kamu hapal dari al-Qur’an’ ‘Kapan kamu mengkhatamkan?’ ‘Puasa apa yang kamu lakukan dalam sebulan ini?’16

Kisah sedetilnya seperti :
Bagaimana Umar menghadapi kaum khawarij dan Qadariyah, bagaimana manhaj Umar dalam membukukan as-Sunnah, bagaimana Umar mereformasi dalam bidang moneter, bagaimana Umar mewujudkan peradilan melalui departemen kehakiman, kemudian tentang fikih birokrasi hingga penggambaran hari-hari terakhir Umar bin Abdul Aziz…
bisa langsung dibaca di buku berjudul  Umar bin Abdul Aziz, Ulama dan Pemimpin yang Adil, ditulis oleh Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, terbitan Darul Haq dengan jumlah halaman sebanyak 609 J Karena resume yang saya tulis hanya memberikan gambaran sebagian, dan akan lebih afdhol jika membaca buku secara keseluruhan. Selain karena saya belum khatam membaca bukunya, hhe.

1. Al-Ahkam as-Sultahniyah wa al-Wilayat as-Diniyah hal.5
2. Al-Bidayah wa an-Nhayahm dinukil dari Atsar al-Ulama fi al-Hayah as-Siyasiyah hal.179
3. Atsar al-Ulama fi al-Hayah as-Siyasiyah, hal.180
4. Ibid
5. Sirah Umar bin Abdul Aziz, hal. 117
6. Ath-Thabaqat, Ibnu Sa’ad, 5/341
7. Sirah Umar bin Abdul Aziz, Ibnul Jauzi, hal. 99-100
8. Umar bin Abdul Aziz, Abdus Sattar asy-Syaikh, hal. 123
9. Sirah Umar bin Abdul Aziz, Ibnul Jauzi, hal. 195
10. Umar bin Abdul Aziz, Ibnul Jauzi, hal. 208
11. Ibid, 2/425
12. Ibid, 1/344
13. Sirah wa Manaqib Umar bin Abdul Aziz, Ibnul Jauzi, hal.74
14. Al-Atsar al-Waridah ‘an Umar bin Abdil Aziz fi al-Aqidah, 1/177
15. At-Tajdid fi al-Fikr al-Islami hal.86
16. Tarikh ath-Tahbari dinukil dari at-Tajdid fi al-Fikr al-Islami, hal. 87

Satu pemikiran pada “Umar bin Abdul Aziz (bagian 2)

  1. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain mempercepat kebangkitan KAUM MUSLIM, memulihkan kejayaan KAUM MUSLIM, melindungi KAUM MUSLIM dari kesesatan dan memberi KAUM MUSLIM tempat yang mulia di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada KAUM MUSLIM : yang hidup maupun yang mati, di dunia maupun di akhirat – KHUSUSNYA SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHABIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM, PARA LELUHUR BELIAU – KHUSUSNYA NABI IBRAAHIIM ‘ALAIHISSALAAM, PARA KELUARGA BELIAU – KHUSUSNYA AHLUL BAIT, PARA SAHABAT BELIAU – KHUSUSNYA KHULAFAUR RASYIDIIN, PARA SALAF AL-SHAALIH – KHUSUSNYA 10 SAHABAT YANG DIJAMIN MASUK SURGA, PARA SYUHADA – KHUSUSNYA SAYYIDINAA HAMZAH BIN ‘ABDUL MUTHTHAALIB, PARA IMAM –KHUSUSNYA 4 IMAM BESAR MADZHAB AHLUS SUNNAH & 12 IMAM BESAR MADZHAB SYI’AH, PARA WALI – KHUSUSNYA PARA ANGGOTA “WALI SONGO”, PARA ULAMA KHUSUSNYA KH HASYIM ASY’ARI & KH AHMAD DAHLAN SERTA HOS COKROAMINOTO. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.
    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya semuanya.
    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin. Shalaatan tunjinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaat. Wa tuthahhiruna bihaa min jamii’is-sayyi-aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaat. Wa tuballighuna bihaa aqshal-ghaayaati min jamii’ilkhairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan umatnya, shalawat yang dengannya kami selamat dari semua ketakutan dan bencana, dan Engkau sucikan kami dari semua kejahatan, Engkau angkat kami ke derajat yang tinggi di sisiMu, dan Engkau sampaikan semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebaikan dalam hidup maupun sesudah mati.
    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa nuuril anwaar. Wa sirril asraar. Wa tiryaqil-aghyaar. Wa miftaahil baabil yasaar. Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-mukhtaari wa aalihil-ath-haari wa ash-haabihil akhyaar. ‘Adada ni’amillaahi wa afdhaalih.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah atas cahaya di antara segala cahaya, rahasia di antara segala rahasia, penetral duka, dan pembuka pintu kemudahan, junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karuniaNya.
    Allaahumma shalli shalatan kaamilah. Wa sallim salaaman taamman ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-ladzii tanhallu bihil-‘uqad. Wa tanfariju bihil-kuruub. Wa tuqdhaa bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-raghaa-ibu wa husnul-khawaatim. Wa yustasqal-ghamaamu biwajhihil-kariim. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’luumin laka.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salaam yang sempurna pula, kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, yang dengan beliau itu Engkau lenyapkan kesusahan, Engkau tunaikan segala kebutuhan, dan diperoleh segala keinginan dan akhir hidup yang baik, serta diberi minum dari awan berkat wajahMu yang mulia. Juga kepada keluarganya, sahabatnya dan umatnya dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.
    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadinil-habiibil-mahbuub. Syaafil ‘ilali wa mufarrijil-kuruub. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi wa baarik wa sallim.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, kekasih dan yang dikasihi, (dengan izin Allah) penyembuh penyakit dan pelepas kesusahan, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.
    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-awwaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-aakhirin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fin-nabiyyiin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-mursaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil mala-il a’laa ilaa yaumid-diin. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang terdahulu. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang kemudian. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para nabi. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para rasul. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para arwah hingga hari kemudian, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.
    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa ruuhi Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad fil arwaahi, wa ‘alaa jasadihil fil ajsaadi, wa ‘alaa qabrihi fil qubuuri. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada ruh junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di alam ruh, dan kepada jasadnya di alam jasad, dan kepada kuburnya di alam kubur. Dan kepada keluarga, sahabat dan umatnya semua.
    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.
    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya sebanyak jumlah nikmat Allah dan karuniaNya.
    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.
    Ya Allaah, berilah shalawat serta keselamatan dan keberkahan, untuk junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad SAW dan saudara-saudaranya dari para Nabi dan Rasul, dan istri-istri mereka semua, keluarga mereka, turunan-turunan mereka, dan sahabat-sahabat dari semua Nabi dan Rasul, termasuk Sahabat-Sahabatnya Nabi Muhammad semua dan semua yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW.
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ra-uufirrahiim
    Laa ilaaha illallah, subhaanal ghafuurirrahim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kariimil hakiim
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci raja yang maha suci
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha bijaksana
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil wafiyy
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal lathiifil khabiir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ma’buud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuuril waduud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal wakiilil kafiil
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuat lagi maha memenuhi
    Tiada tuhan selain Allaah, yang maha halus lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi yang disembah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha pencinta
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penolong lagi maha pelindung
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar raqiibil hafiizh
    Laa ilaaha illallaah, subhaanad daa-imil qaa-im
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal muhyil mumiit
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil qayyuum
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaaliqil baari’
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengawasi lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menghidupkan lagi mematikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi menjadikan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal mu’minil muhaimin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal habiibisy syahiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haliimil kariim
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi tunggal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memberi keamanan lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhanyang maha mencintai lagi maha menyaksikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyantun lagi maha mulia
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil qadiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil aakhir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanazh zhaahiril baathin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril muta-‘aal
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadhil haajat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang pertama lagi terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang awal dan yang akhir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang nyata lagi yang rahasia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memenuhi semua keperluan
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘arsyil ‘azhim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanir rahiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbiyal a’laa
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal burhaanis sulthaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il bashiir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menguasai singgasana yang besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki bukti kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lagi maha melihat
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil qahhaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil hakiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ramaanid dayaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril akbar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha besar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil ‘allaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanasy syaafil kaafi
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil baaqii
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ardhi was samaawaati
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menyembuhkan lagi mencukupi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha kekal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi esa
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuurisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil mulki wal alakuut
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ‘izzati wal ‘azhamah
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil haibati wal qudrah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha membalas
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aalimil ghaiib
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hamidil majiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hakiimil qadiim
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kebesaran dan kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menegtahui hal ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan ang maha bijaksana lagi maha terdahulu
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadiris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamis salaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikin nashiir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuasa lagi maha mnutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lgi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha damai
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha raja lagi maha penolong
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyir rahmaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qariibil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaana waliyyil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shabuuris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaana khaaliqin nuur
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha pengasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha dekat kebaikannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha menguasai kebaikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha penyabar lagi menutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan menciptakan cahaya
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil mu’jiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal faadhilisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil qadim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil jalaalil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaalishil mukhlish
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha utama lagi maha berterima kasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya keluhuran lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha murni lagi memurnikan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shaadiqil wa’di
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haqqil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil quwwatil matiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil ‘aziiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil ladzii laa yamuut
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang benar janjinya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha benar lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya kekuatan lagi maha kokoh.
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha hidup lagi tidak mati
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamil ghuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘uuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘aalamiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanis sattaar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui yang ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan maha menutupi semua cacat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan semesta alam
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha menutupi
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahiimil ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil wahhaab
    Laa ilaaha illallaah, subhaana qaadiril muqtadir
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ghufraanil haliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana malikil mulk
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha pemurah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yangmaha kuasa lagi maha memberi kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki semua kerajaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal baari-il mushawwir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanallaahi ‘amma yashifun
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal jabbaaril mutakabbir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qudduusis shubbuuh
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha perkasa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha membangga
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dari apa yang dianggap oleh orang kafir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dalam sosok dan sifat
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil malaa-ikati war ruuh
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil aalaa-I wanna’maa-i
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikil maqshuud
    Laa ilaaha illallaah, subhaana hannaanil mannaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan para malaikat dan ruh
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan pemilik tanda-tanda tinggi dan nikmat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan raja yang menjadi tujuan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih dan pemberi
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina aadamu ‘alaihis salaam shafiyyullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina nuuhun ‘alaihis salaam najiyyulaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ibraahiimu ‘alaihis salaam khaliilullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ismaa-‘iilu ‘alaihis salaam dzabiihullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina muusaa ‘alaihis salaam kaliimullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam khaliifatullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam ruuhullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana
    muhammadur rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Aadam AS pilihan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Nuuh AS diselamatkan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ibraahiim AS teman dekat Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ismaa-‘iil AS yang disembelih Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Muusaa AS yang diajak bicara oleh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Daawuudu AS khalifah Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina ‘Iisaa AS ruh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah
    Allaahummarhamnaa bibarakati tauraati sayyidina muusaa ‘alaihis salaam wa injiili sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam wa zabuuri sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam wa furqaani sayyidina wa nabiyyina wa maulaana muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.
    Ya Allaah, kasihilah kami dengan berkah Taurat Sayyidina Muusaa AS, Injil Sayyidina ‘Iisaa AS, Zabuur Sayyidina Daawuud AS dan al-Furqaan / al-Qur-an sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah, dengan kasihmu, yang maha penyayang. Dan segala puji bagi Allaah, tuhan semesta.
    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.
    Ya Allaah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang
    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.
    Ya Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.
    RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.
    Ya Allaah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baik dzat yang mewarisi. (QS. Al-Anbiya-i’: 89).
    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.
    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.
    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا
    “Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.
    “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.
    “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf: 15).
    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.
    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.
    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan dan berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.
    Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM tetap dimiliki KAUM MUSLIM, Jadikanlah INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah DUNIA NON MUSLIM dimiliki KAUM MUSLIM. Jadkanlah musuh Islam ditaklukan KAUM MUSLIM.
    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.
    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk.
    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.
    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.
    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.
    Ya Allaah, jauhkanlah bencana, wabah, kekejian, kekerasan dan cobaan – yang terlihat maupun tersamar – dari negeri kami khususnya dan dari dunia Muslim umumnya.
    Allaahumma ahlikil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.
    Ya Allaah, hancurkalah musuhmu, musuh agamamu, yaitu orang kafir, bid’ah dan musyrik.
    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.
    Ya Allaah, cerai beraikanlah persatuan mereka, goyahkanlah keyakinan mereka.
    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.
    Ya Allaah, masukkanlah kami melalui jalan yang benar, keluarkanlah kami melalui jalan yang benar, dan berilah aku kekuasaan yang menolong.

    YA ALLAAH, IZINKANLAH SEGALA NAMA DAN GELAR SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHABIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM MEWUJUDKAN BARAKAH KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA BAGI KAMI, KELUARGA KAMI DAN KAUM MUSLIM.

    —— doa khusus untuk PARA NABI, PARA KELUARGANYA, PARA SAHABATNYA, SEMUA YANG BERJASA PADA (PARA) NABI, PARA SALAF AL-SHAALIH, PARA SYUHADA, PARA WALI, PARA HABAIB, PARA IMAM, PARA ULAMA DAN SEMUA YANG BERJASA PADA ISLAM – KHUSUSNYA KHALIFAH ‘UMAR BIN ‘ABDUL ‘AZIZ, SERTA SEMUA MUSLIM SALEH YANG (TELAH) WAFAT. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Ya Allaah, dengan hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam dan berkah semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam, kami mohon segala hal yang terbaik, segala hal yang terindah bagi semesta – khususnya kami, keluarga kami dan seluruh kaum Muslim.
    Ya Allaah, dengan segala hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam, berkah semoga selalu tercurah kepada Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, kabulkanlah yaa Allaah segala doaku.
    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.
    Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka serta masukanlah kami ke surga bersama orang-orang baik.
    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.
    Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad s.a.w, atas keluarganya, sahabatnya dan umatnya semuanya.
    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.
    Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.
    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s