Doktrin atau prinsip?

Doktrin adalah sebuah prinsip atau tubuh prinsip yang diberikan untuk penerimaan/dukungan atau kepercayaan seperti oleh sebuah agama, sebuah kelompok politik, ilmu pengetahuan, atau filosofi; dogma.

Boleh jadi tujuan hidup adalah ibadah juga doktrin. Ikut aliran tertentu, disebut kena doktrin. Pun ketika saya katakan bahwa dakwah itu wajib, maka itu juga bisa dikatakan orang sebagai doktrin. Istilah doktrin sendiri membuat makna yang bersifat wajib menjadi bergeser ke makna negatif. Dengan alasan doktrin, maka kita bebas memilih apa yang kita mau, asalkan kita suka atau tidak. Doktrin sering menjadi kambing hitam untuk menghindari suatu hal yang boleh jadi bermanfaat. “Ah, itu doktrin!”

Doktrin, adalah suatu penyampaian yang dilakukan terus menerus untuk menanamkan suatu prinsip. Tujuannya memang membuat orang meyakini sehingga mau melaksanakan apa-apa yang dituliskan dalam doktrin. Doktrin bisa membuat kita yang percaya, menjadi sang ahli ‘pokok’e’. “Pokok’e ngunu, ngene, dan bla bla” adalah jawaban ketika ditanya alasan mengapa kita percaya doktrin. Doktrin membawa pengaruh besar. Doktrinlah yang membuat seorang fanatik bisa mengorbankan apa saja dalam hidupnya. Doktrinlah yang membuat beberapa kelompok merasa benar dan saling menyalahkan. Doktrin pun pernah menjadi asal muasal perang karena kepercayaan yang berlebihan. Doktrin pula yang digunakan orang ateis untuk menyebut agama.

Pahamilah doktrin yang anda terima demi mengetahui kebenaran. Kejarlah terus kebenaran itu. Biarlah orang bilang kebenaran itu relatif atau kebenaran itu suka-suka gue. Karena kebenaran itu sesungguhnya memang hanya ada di sisi Allah. Kebenaran tidak bisa dipaksa dengan logika sebab akibat. Kebenaran hanya terasa ketika didalamnya ada iman yang menyertai. Iman bukan sekedar percaya. Menjadi muslim itu mudah, tapi menjadi orang beriman (mukminuun) itu yang sesungguhnya menjadi sulit.

Mari libatkan diri dengan doktrin yang baik. Pilih doktrin dengan cerdas, agar kelak apa yang kita bawa dapat kita pertanggungjawabkan. Hindari menerima doktrin tanpa tahu apa-apa. Tidak sekedar ikutan atau jadi pendukung abal-abal. Lebur meleburlah sedalam-dalamnya ke doktrin, namun jika tidak sesuai nurani, maka tinggalkan. Nurani boleh berkata buruk, namun dalam nurani itu selalu ada cahaya yang mendorong kita untuk berpikir positif. Ya, selalu ada, selama kita selalu memeliharanya dengan iman.

#Tulisan abstrak kala UAS

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s