Antara nasyid, murottal dan lagu kartun

Pernah tersindir seorang pembicara di masjid IAIN, Ramadhan tahun lalu.

Aktivis dakwah kampus sekarang lagunya bukan lagi nasyid, terlebih lagi Maher Zain (Dar!). Lagu-lagu itu hanya buat aktivis ‘newbie’, atau orang awam untuk mengenalkan indahnya Islam dan mengajak untuk berjuang di dalamnya.

Lalu murobbi pun berkata :

Kalo ADK, musiknya ya murotal. Hapalan surat. Bukan sekedar juz ke 30 lagi targetnya, tapi 30 juz.

Sejak saat itu.. sejak negara api menyerang, maka hilanglah selera saya mendengar lagu nasyid dan maher zain, selain karena sudah bosan menyetel berulang-ulang. Memang cuma murotal yang ndak pernah ngebosenin di telinga😀

Bagaimana dengan hukum lagu/bunyi2an dalam Islam? Ya, ada sebagian ulama yang berpendapat boleh dan tidak. Tapi, sejak saat itu, saya tidak ingin mendengar lagu, apalagi jika kontennya tidak mengajak kepada kebaikan alias tidak bermanfaat. Seringkali mendengar lagu malah memperbanyak pikiran. Kalo nyetel lagu nasyid ‘A’ atau ‘B’, malah saya biasanya nostalgia dan buka-buka album foto saat saya masih sebagai aktivis -..- Atau saat lagunya Maher Zain yang ‘C’, saya malah keinget temen2 ‘D’++ yang pernah nyanyi kompakan pas rihlah. Hhaa..

Tapi…<lagi-lagi tapi karena manusia memang banyak ngeles-nya>, lagu-lagu yang tak pernah hilang dari otak saya adalah lagu kartun jaman dulu, yang menggerakkan semangat, menaikkan mood.. Dan akhirnya sering ketika saya ingin bersenandung, jatuhnya ke lagu tersebut… Beberapa potongan liriknya yang sangat saya ingat karena mewakili karakter dan perjuangan saat menjadi mahasiswa..

#Ingin kucoba sekali lagi, walau itu tak pasti.. Setelah kulalui penuh percaya diri..

#Mendaki gunung, lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudra… Bersama teman, bertualang..

#Seluruh bumi menjadi surga yang kosong, kan kami bebaskan dengan tangan ini.. Jalan berbatu, panjang dan tiada batas…

#Dapat merubah masa depan, sesuai dengan rasa dan asaku. Hingga tiba saat kita… akan meraih impian…

Ini ceritaku. Bagaimana ceritamu?

#flashback gara2 beberapa hari lalu, ada yang nyetel lagunya Maher di lab IBS >__<

2 pemikiran pada “Antara nasyid, murottal dan lagu kartun

  1. “Ayo bangkitlah pahlawan yang ada dalam diriku jangan sampai kau menyerah untuk menggapai impian.

    Ayo tetap bersemangat walau debar membakar dada..
    Kembalikan pada kami, hari esok yang terlupakaaaan. NYALAKAN api pertempuraaaaan ” yeaaah😀

    Kita sama kok nuris kadang beberapa lagu zaman dahulu kala bikin kita cemungud lagi. Mungkin karena mengingatkan momen-momen menginspirasi. Tapi iya sih kalo terlalu banyak dengerin lagu ngerasa serba salah sendiri. Apa karena udah ada larangan kali ya🙂

  2. Iya.. Ngebet banget sama conan, ninja hattori, digimon, whistle dll :p
    Semangat, mbak! Ayo nyalakan pertempuran!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s