Hush hush, malas pergi sana ~

ImageSesungguhnya orang munafiq itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk shalat mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya’ di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali (An-Nisaa 142).

Orang munafiq artinya orang yang tak berniat bersih dalam ibadah. Mereka bermalas-malasan melakukan kewajiban akhiratnya, kecuali jika mereka tahu ada orang yang memperhatikannya. Ibnu Katsir mengatakan. “Demikianlah sifat munafiqin terhadap amal yang paling mulia dan paling utama, yakni shalat. Jika mereka mendirikan shalat, mereka dirikan dengan malas karena tiada niatan kuat untuk melakukan. Mereka juga miskin iman dan tidak dilandasi motif ketaatan kepada Allah dan tidak memahami kandungan makna shalat.”
Ibnu Abbas ra mengatakan, “Makruh hukumnya bila seseorang mendirikan shalat dengan malas. Seseorang harus berdiri dalam shalat dengan wajah yang cerah, kesukaan yang tinggi, kesenangan yang berlipat karena di saat itulah ia berhadapan dan bisa bermunajat kepada Allah SWT. Allahlah tujuannya lalu ia memohon doa dan Allah mengabulkannya” (Tafsir Ibnu Katsir: 1/743)
Latar belakang orang malas shalat adalah:
Pertama: niat. Apakah shalat kita selama ini hanya sekedar penggugur kewajiban? Atau sekedar melewati aktifitas rutin? Atau hanya mencari kenyamanan hati sebab tanpa shalat seperti ada yang mengganjal? Banyak di antara kita belum menempatkan amalan shalat sebagai media bertemu Allah, untuk memenuhi panggilanNya, untuk membuktikan ketaatan, untuk bersyukur, untuk meminta dan bermunajat dll. Semakin banyak niat baik dalam satu amal, maka akan memperkuat kualitas amalan sekaligus memperbanyak lipatan pahala.
Kedua : miskin keimanan. Munculnya keimanan harus dilatarbelakangi ilmu. Tanpa ilmu tentang aqidah, kebesaran Allah, Rasulullah, Islam, akan sulit bagi kita memliki iman yang kuat.
Ketiga : ketidakpahaman dengan kandungan shalat. Artinya kita perlu memahami arti bacaan shalat dan resapan makna di balik gerakan shalat.

Dikutip dari buku “Allah, Kokohkan kaki kami di atas jalanMu” (recommended banget buat dibaca)

Lawan kemalasan dan senantiasa perbarui niat. Malas tersebut termasuk kategori malas fisik : berat melakukan amal ibadah sesuai syariat Islam. Disebutkan kriteria malas lain yaitu malas pikiran :
malas merenungi ayat Allah, malas berpikir untuk kepentingan ummat, malas memikirkan masa depan, mendahulukan sikap masa bodoh terhadap keadaan, dan berat membaca buku dan menggalinya untuk wawasan ilmu (baik tentang islam maupun keilmuan lain).

Ayo, generasi muda ngga boleh malas-malas!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s