Segudang motivasi di gedung pascasarjana

Sore itu, kami pergi ke ruangannya. Beliau adalah seseorang yang banyak membantu kami dalam proses administrasi beasiswa Fast Track. Mulanya saya tidak menyangka akan mendapat banyak cerita dari beliau. Saya menulisnya beberapa, karena takut lupa. Pesan beliau diantaranya:

1. Kebahagiaan tidak bisa diukur dari materi. Jika kita menganggap, kaya mampu membuat kita bahagia, maka itu adalah salah. Salah satu bentuk bahagia adalah ketika kita bisa membantu orang lain untuk ikut bahagia.
2. Lakukan apa yang terbaik. Jangan mengeluh terlalu banyak. Kerjakan!
3. Berusahalah menggapai mimpi, mumpung kesempatan itu ada di depan mata. Manfaatkan, dan jangan sampai ada penyesalan di belakang.
4. Jangan bersedih ketika apa yang kita inginkan tidak tercapai. Siapa tahu Allah menahan rejeki tersebut agar kita mendapat rejeki yang lebih baik.
5. Semuanya adalah kuasa Allah. Kita wajib berusaha sampai akhir, dan biarlah hasilnya Allah yang menentukan pantas tidaknya kita mendapatkan apa yang kita ingin.
6. Seringkali orang yang cepat membantu kita dengan ikhlas adalah teman karib kita, bukan saudara sedarah kita sendiri (karena biasanya dengan saudara kandung, banyak prosedurnya). Sehingga berbaiklah pada teman kita, menjalin hubungan mutualisme, karena bisa jadi teman kita itulah yang seakan-akan menjadi saudara kita. Karena biasanya teman kita yang paling mengerti kita. Mendengar ini, saya langsung terbayang wajah Dya, Fitri, Ririn, Ude, Desi, Tia, dll. Teman satu perjuangan di jurusan baik akademis maupun dalam keseharian. Terima kasih telah menjadi teman saya, menjadi bagian dari warna hidup saya yang paling indah…

Inti dari semua pesannya… Do your best!! (kalimat favorit beliau).

Lebih dari satu jam kami berada di ruangan, mendapat banyak wejangan. Tentang perjuangannya kuliah sampai menjadi doktor, dimana beliau dilahirkan dari keluarga yang susah. Tentang kebandelan anak-anak Fast Track Prancis (hehe). Tentang motivasi belajar ke luar negeri (dan ditekankan bahwa TOEFL itu lebih sulit dibandingkan mendapat LoA). Akhirnya pertemuan itu berakhir dengan acara perjodohan dengan salah seorang teman arsitektur dengan sahabat bapaknya (saya cuma mesem2, haha).

Saya merasa beruntung bisa ikut merayakan milad bapaknya. Benar sekali bahwa ketika kita ingin mencari kebahagiaan, maka bahagiakanlah orang lain. Niscaya kita pun akan turut bahagia. Met milad Bapak. Moga umurnya barokah😀

#jadi termotivasi lagi untuk memanfaatkan kesempatan yang telah saya peroleh. Ayo ayo, semangaaaat!

2 pemikiran pada “Segudang motivasi di gedung pascasarjana

  1. Yeyyyy… nuris inget udhe. Ihiiir. Ayoook cemungud teman2 yg fast track. Kalo butuh yg remeh temeh en gak bisa ngerjain (kan belom S2 hahaha) minta tolong sama udhe gak papa (insya Allah dibantu). Kalo bisa sampai profesor ya, Islam butuh org2 terpelajar, semoga generasi Islam ke depan lebih baik. Amin ya Robb🙂

  2. ndak mungkin lupa lah. di sekitarku memang selalu ada kalian yang menemani. jazakillah khayr atas kebersamaan selama ini, ukhti :*
    ayo, mbak. bareng2 menggapai mimpi2 besar kita. kalo ada apa2 juga, monggo hub ane juga meskipun ane juga ngga bisa pake matlab (hehe :p)
    aamiin ya rabb..semoga semoga😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s