Manisnya Ukhuwah

Bertemu dengan mereka, akhwat-akhwat ITS luar biasa, merupakan anugrah tersendiri. Melihat mereka sudah tentu mengingatkan raga ini pada Rabb. Berada dalam lingkaran orang shalih menjadi cara penjagaan terhadap iman yang selalu naik turun. Saya merasakan ketulusan mereka dalam berdakwah serta meretas ukhuwah. Tutur lembut dalam berbicara dan keanggunan bersikap juga ditunjukkan sebagai akhwat yang tangguh dan solihah.

Saya bisa merasakan kecintaan mereka terhadap rasul, sahabat dan para tabi’in. Tak cukup itu, mereka pun yang memperkenalkan cinta pada panglima perang, pada ilmuwan islam, pada ulama, pada sastrawan dan pada orang sholeh lain yang membawa kecintaan pada sang Rabb. Kecintaan pada satu-satunya Rabb.

Bersama mereka, ada dorongan mengikuti kajian, membaca buku, dll. Bersama mereka, ada kekuatan untuk menjalani amanah dakwah. Bersama mereka, iman pun bergelora karena iri dengan kesungguhan amalan-amalan mereka.

Memang jalinan ukhuwah tak selalu diiringi senyum. Duka pun tak jarang menemani perjalanan kami. Tapi perselisihan yang terjadi tak pernah memutuskan ikatan ukhuwah kami, karena ukhuwah itu terjalin atas dasar iman, bukan ego semata. Jika retak, maka tanyakan pada diri sendiri, apakah persaudaraan itu terbentuk karena hal selain iman?

#ditulis sembari menyeduh manisnya ukhuwah islamiyah kita…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s