Bersikap kepada tantangan dakwah (Resume)

Di dalam buku “”Bangkit Dong, Sobat!”“, ada materi yang bersinggungan tentang tantangan dakwah, yaitu bab ”Hadapi Tantangan Da’wah”. Disana dikatakan, bahwa da’wah memang subur sekali akan tantangan. Tantangan itu bisa dari dalam, yaitu dari kelompok pengajian atau bisa pula dari luar yaitu pihak-pihak yang tidak menyenangi langkah-langkah da’wah yang kita emban. Hal ini sudah sunnatullah, karena dimana ada kebenaran pasti akan berhadapan dengan kebatilan. Pengemban da’wah akan selalu dilawan oleh mereka yang setia menjadi pembela kebatilan.

Aktivitas da’wah memang membutuhkan kesabaran dan keimanan yang mantap untuk mengatasi berbagai risiko yang muncul. Para pendahulu kita juga pernah mengalami hal demikian. Allah swt. mengabadikannya dalam Al-Qur’an, ”Apakah kamu mengira akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasulullah dan orang-orang yang beriman bersamanya, ”Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat(al-Baqarah : 214)

Kesabaran dan keistiqomahan haruslah dimiliki oleh para pegiat da’wah, karena hal itu akan menjadi penghibur kita kala sedih. Ingatlah bahwa Allah menjanjikan kenikmatan lain dalam firman-Nya ”Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ’Tuhan kami ialah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), ’Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu ’ ” (Fushilat : 30)  

Dalam penutupnya, diberikan beberapa tips untuk menghadapi tantangan dalam berda’wah, yaitu yang pertama, kita harus senantiasa menanamkan sikap sabar dan syukur. Dengan bersabar, kita akan senantiasa menikmati jalan yang penuh rintangan dalam berda’wah, karena didalamnya terdapat nilai ibadah. Dengan rasa syukur, akan memberikan tenaga untuk kita karena telah dipilih oleh Allah untuk menjadi orang-orang yang menyerukan kebenaran. Yang kedua, kita harus menguatkan tekad, karena seberat apapun rintangan yang akan kita hadapi, jadikanlah hal itu sebagai tantangan. Menguatkan tekad sungguh diperlukan untuk tetap eksis melaksanakan aktivitas yang mulia ini.

Yang ketiga, selalu melakukan inovasi, dalam artian tak pernah berhenti melakukan perbaikan dan dapat mengatasi tantangan da’wah melalui solusi yang cerdas. Yang keempat, tetap menjalin hubungan baik dengan kalangan manapun, karena meskipun da’wah kita dihambat, haruslah kita tunjukkan bahwa apa yang kita sampaikan bukanlah untuk mengobarkan api kebencian meskipun berbeda prinsip hidup. Sebaliknya, tunjukkan bahwa apa yang kita lakukan ini adalah sebagai bentuk kepedulian dan rasa cinta kita pada mereka. Yang kelima, memperbanyak do’a karena do’a adalah senjata orang mu’min. Kita bisa memohon untuk dikuatkan langkah kita dalam meniti jalan da’wah. Memohon untuk dikuatkan ketakwaan, keikhlasan serta keberanian untuk mengarungi medan da’wah ini. Dengan do’a ini, semoga diberi energi tambahan untuk da’wah kita.

Karena itu, jangan berhenti dan takut untuk berda’wah setiap bertemu dengan tantangan. Sesungguhnya, dibalik tantangan itu pasti terdapat hikmah yang bisa kita ambil, sebab inilah jalan yang insya Allah bisa mengantarkan kebangkitan Islam dan umatnya.

#diambil dari penugasan PSI 2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s