Meraih lezatnya iman

Iman adalah sesuatu yang hidup dan dinamis. Iman yang benar, keyakinan yang kuat akan mengantarkan pemiliknya merasakan halawatul iman – kelezatan dan manisnya iman. Rasulullah saw. telah berjanji kepada siapa saja yang mampu melaksanakan tiga perkara, ia pasti akan mereguk lezatnya iman. Rasulullah saw. bersabda:

Dari Anas bin Malik ra berkata: Nabi Muhammad saw bersabda:

“Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah; sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya; dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (Imam Al Bukhari).

Dari hadits ini dapat diambil pelajaran:

  1. Mencintai seseorang karena mencari ridha Allah, bukan cinta hafa nafsu dan melanggar syariat. Seperti cinta seseorang dalam ikut serta berjihad di jalan Allah, tidak untuk tujuan duniawi. Seperti cinta seseorang untuk beramal dan berjuang dalam organisasi yang dilakukan hanya untuk mencari keridhoan Allah swt
  2. Memilih dilemparkan ke dalam api daripada kembali menjadi kafir. Bagi orang yang telah sempurna imannya, tidak akan ada yang bisa merubahnya menjadi kafir lagi. Ia tidak mengingkari ajaran agama yang telah diyakini seperti shalat yang telah Allah wajibkan, tidak menghalalkan apa yang telah Allah haramkan, seperti khamr, atau mengharamkan yang halal.
  3. Mendahulukan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Orang yang sempurna imannya akan mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada ayahnya, ibunya, anaknya, isterinya dan semua manusia. Dan di antara ciri hal ini adalah membela Islam dengan ucapan dan perbuatan, mengamalkan syariat Islam, mengikuti sunnah dan berakhlak dengan akhlak Rasulullah saw.

Dengan mencintai Allah, kita dapat merasakan harap sekaligus cemas di setiap perbuatan kita. Harap yang membuat kita selalu berhusnudzan pada Allah karena kita berharap agar amal shalih kita diterima oleh Allah. Cemas yang mendorong kita melakukan ibadah sunnah karena takut tidak sempurnanya amal kita, pun cemas yang membuat kita menghindari perbuatan yang tidak disukai Allah.

Simak pula hadist berikut yang menggambarkan cinta Allah pada hamba beriman yang senantiasa berusaha mencintaiNya:

“Allah Swt berfirman: ‘Barangsiapa yang mengerjakan 1 kebaikan, maka pahalanya dilipatkan 10 kalinya bahkan Aku lebihkan dari itu. Barangsiapa yang mengerjakan 1 keburukan, maka balasannya hanyalah setimpal dengannya bahkan Aku akan mengampuninya. Barangsiapa menekatkan padaKu sejengkal, niscaya Aku akan mendekat kepadaNya sehasta dan barangsiapa mendekat kepadaKu sehasta, niscaya Aku mendekat kepadanya sedepa. Barangsiapa yang datang kepadaKu dengan berjalan, Aku akan datang kepadanya dengan berlari. Barangsiapa yang datang menghadapKu dengan memikul dosa sepenuh bumi dengan tanpa menyekutukanKusedikitpun, maka Aku akan menemuinya dengan memberikan ampunan yang sepadan dengan banyaknya dosa itu’”(HR. Muslim)

~Dokumen Mentoring Desember 2011~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s