Service Desk : Pekerjaan pertamaku sebagai karyawan

Ketika anda bertanya pada saya, apa pengalaman kerja saya, maka saya menjawab, bahwa saya pernah bekerja di Rungkut sebagai service desk selama satu bulan saat pergantian semester empat ke lima. Ini bukan pengalaman magang atau KP, tapi benar-benar saya bekerja, mendapat gaji dan berinteraksi dengan orang yang tak dikenal, sendirian!

Yang ada di pikiran saya waktu itu hanyalah bagaimana menghabiskan liburan panjang ramadhan dengan produktif. Dan kesempatan itu pun datang, ketika ada lowongan kerja menjadi service desk. Service desk ini sebenarnya cocok bagi mahasiswa yang kuliah di sistem informasi karena pekerjaannya mengoperasikan software. Job service desk adalah menerima email dan telepon dari karyawan perusahaan yang tersebar di Jatim. Email yang diterima biasanya berisi keluhan atau permintaan perangkat seputar IT, misal laptop yang bermasalah (hang, blue screen dsb), pengadaan CISCO baru (telepon untuk karyawan) atau jaringan LAN baru, dll. Setelah menerima email, tugas service desk selanjutnya adalah menelusuri penyebab masalah atau mencari solusinya. Setelah teridentifikasi topik masalahnya, maka masalah itu akan diteruskan ke ahlinya. Misal laptop perusahaan yang rusak diperbaiki di ahli software IT, atau perbaikan jaringan oleh ahli jaringan.

Bagaimana saya bisa mendapat pekerjaan ini? Seorang teman SMA memberi tahu saya lewat sms, mendadak pada malamnya. Dilanjutkan dengan screening di siangnya, lalu saya dipanggil untuk bekerja, ditraining selama satu minggu, dan berkenalan dengan berbagai macam orang dengan latar belakang yang berbeda.

Yang saya ingat dari tempat kerja pertama saya adalah musholanya yang bau rokok. Kantinnya yang menyediakan menu yang bervariasi sekelas makanan hotel. Lalu kenyataan bahwa hanya saya satu-satunya karyawan akhwat yang bekerja disana. Satu episode yang menarik, ketika saya tengah mengangkat telpon, ada karyawan yang menanyakan nama saya. Ketika saya menjawab, karyawan tersebut tertawa, karena menganggap nama saya mirip dalam novel-novel Habiburrahman yang tak biasa didengar dan terkesan Islami. Saya hanya tersenyum dikulum.

Mereka berdecak heran ketika saya ceritakan aktivitas anak masjid. Mbak Ina, salah satu partner saya, menanyakan macam-macam pada saya. Tentang papan yang memisahkan laki-laki dan perempuan di waktu rapat. Tentang laki-laki yang tak mau melihat wajah perempuannya, hobinya nunduuk aja ke bawah. Tentang laki-laki yang berjenggot dan perempuan yang berjilbab lebar. Tentang laki-laki dan perempuannya yang tidak mau berpacaran.

Ah, dari luar, sekilas bahwa kegiatan berdakwah itu seakan remeh dan tak penting. Bagi mereka, berdakwah hanyalah tugas da’i yang ibadahnya kuat dan pemahaman agamanya luas. Padahal agama dan hidup itu tak boleh dipisahkan. Berdakwah itu tak sekedar ceramah. Berdakwah bukan hanya sok arab. Pake bahasa ana antum. Ketemu ikhwan (laki-laki) nunduk ga nyapa, tapi kalo ketemu temen laki-laki sejurusan bisa legawa dan jadi diri sendiri. Tidak, bukan begitu… Berdakwah itu mengajarkan amar ma’ruf nahi munkar. Berdakwah itu menjadikan kita dekat dengan Rabb. Pun mencari amalan lebih, istilah hadist mencari unta merah.

Terakhir, saya disambut perpisahan di restoran seafood banana, dan wah! Baru kali itu saya berhubungan dengan orang-orang kelas tinggi, di umur saya yang masih muda. Betapa gaya hidup mereka sungguh mewah dan saya yang tak bisa mengikuti (kebiasaan berhemat sih :D). Saya sampai yakin bahwa hanya sayalah yang paling udik di tempat itu.

Akhirnya ketika gaji saya keluar, saya sujud syukur karena uang tersebut mampu saya gunakan untuk berlebaran dengan keluarga🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s