Yang terpenting ketika jatuh: Bangkit!!

Pengalaman mengajarkan banyak hal…

Jatuh. Sakit. Gagal. Dan tak mungkin seorang hamba akan lepas dari ujian dan cobaan.

Begitulah. Semakin merasakan sakit, maka kita belajar untuk semakin merendah. Menengok rahasia Yang Maha Kuasa untuk kita. Mungkin ini teguran atas kesombongan, keburukan dan kepayahan. Ujian demi pendewasaan diri.

Jika dulu, ketika saya jatuh, saya akan menangis, merutuki nasib, menyesali yang telah terjadi, maka saat ini saya belajar tegar seperti karang. Bukan karena tak peduli, tapi bersyukur atas apa yang dihadapi. Jatuh dan gagal itu biasa. Yang terpenting adalah mencoba bangkit dari kekalahan. Bangkit dari kelemahan dan berusaha untuk terus memperbaiki diri.

Bangkit itu memang tidak mudah. Ini adalah perkara bagaimana cara menguasai hati. Bagaimana agar jiwa kita tak terbelenggu kesenduan begitu lama. Bukan karena keinginan menjadi manusia berhati besi, lantas tak mau menjadi melankolis. Bukan sekedar berpura-pura kuat, lantas menyalahi kodrat manusia yang lemah. Inilah cara, agar tak terjerat kesedihan yang panjang. Renungkanlah bahwa hidup ini sangat teramat panjang selama kita tak tahu kapan akhir hayat itu datang. Camkan bahwa dunia hanya sementara dan bukan segala-galanya. Terapkan sikap tawakkal atas hasil jerih payah. Meskipun tak indah, tersenyumlah. Masih ada hari esok!

Tegaklah, pemuda. Hadapi duniamu meski pahit. Semoga ridha Allah menyertai langkah ini…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s