Pertemuan itu terjadi bukan sengaja

Sekelumit cerita lagi..

Belum pernah saya menemukan kebetulan sekeren ini. Bagaimana bisa saya bisa bertemu dengan teman SMA saya di lokasi PKMM(Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Masyarakat)? Teman SMA yang selalu menautkan janji bersama untuk bertemu karena rindu tiada taranya, namun tak pernah tersampaikan karena kesibukan saya yang berlarut-larut (kadang bingung juga, dahulu kala saya ngapain aja ya–“).

“Dunia itu sesempit daun kelor.”ucap seorang teman beberapa hari yang lalu. Sebelumnya saya tidak peduli, karena dunia itu menurut saya sangat sangat jembar. Namun ketika momen itu terjadi..

Biar saya gambarkan dengan jelas. Saat saya dan adik saya di JMMI (lembaga dakwah kampus di ITS) hendak pulang dari rumah susun, lokasi kami akan melakukan sosialisasi ide PKMM, sejenak saya mengedarkan pandangan sekeliling. Tiba-tiba dari arah pintu masuk, muncullah sesosok gadis kurus berambut panjang terikat, membawa motornya masuk. Dan rautnya sungguh tak pernah saya bisa lupa. Ya! Dia sahabat saya! Sahabat yang sehobi dengan saya! Penikmat komik dan novel. Terutama Meintatei Conan, Yakitate! Japan, Harry Potter, Empat Sekawan, Malory Tower(bener ga ya judulnya), dan sederet komik novel fiksi lain yang mewarnai hari-hari saya di kala sumpek dengan persiapan UNAS dan SPMB. Dia!

Langsung saya terheran-heran, hampir berjingkrak saking senangnya. Singkat cerita, ternyata dia tinggal di rumah susun itu. Dan lucunya saya sudah beberapa kali kesana, dan baru bertemu kali kelima. Wah! benar-benar terkadang dunia memang sesempit daun kelor!

Dulu, memang saya pernah main ke rusun itu, namun cuma sekali paska hari SPMB kedua usai. Saya mengantarkannya ke rumah dan yang saya ingat hanya dia tinggal di gedung bertingkat. Lika liku jalannya tak begitu terekam di memori karena sepulangnya, saya terkena musibah yang tidak menyenangkan. Ban bocor.

Dan sudah seringkali saya mengeluh padanya ketika dia mengajak main setelah saya menjadi mahasiswa.

“Ayo main ke rumahku!” katanya via chatting.
“Haduh, rungkut. Jauh neng!” ucapku sambil membayangkan gersangnya perjalanan ke Rungkut – terutama di daerah dulu tempatku bekerja selama sebulan – jauuuuh dan mampu membuat raga lelah. Padahal ternyata (saya baru tahu) bahwa Rungkutnya dia adalah Rungkut yang berada di dekat jembatan mer, cuma 15 menit naik motor dari ITS.

Akhirnya banyak janji tak tertunaikan, hingga akhirnya tanpa sengaja sekarang saya menemukan tempat tinggalnya. Wow, what a life! Meskipun sekarang saya tidak keranjingan komik novel lagi karena dituntut mabuk dalam lautan paper (meminjam istilah temen sekelas), tapi saya rindu karena dengan melihatnya seolah saya flashback ke masa SMA yang kelabu karena seragamnya. Hehe.

Semoga pertemuan tak terduga tadi bukan pertemuan terakhir kita kawan ^^d. Tapi menjadi awal terjalinnya ukhuwah kita yang telah lama pudar dimakan rutinitas yang membelenggu.

Arrgghhh, kangen!

-310312-

Satu pemikiran pada “Pertemuan itu terjadi bukan sengaja

  1. kebetulan itu adalah rencana yang matang dari sang khalik ukhti😀
    salam kenal ya ukhti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s