Memahami frase Masya Allah

Posting lagi. Sebenarnya saya sangat jarang memakai kosakata ini. Namun, pada jaman barusan kala, saya mendengar dari seorang kawan. Dia mengatakan dan mengenalkan frase itu lagi pada saya, “Masya Allah”. Saya yang tidak paham artinya, seketika diam.

So, suatu malam -ketika saya teringat-, maka saya iseng googling arti kalimat ajaib tersebut, karena jujur di usia saya saat ini, saya sering mendengar di kala ada keadaan yang tidak menyenangkan dan saya tidak tahu artinya(kemana aja buk–“).

Inilah hasil penemuan saya:

Deskripsi masya Allah :
ma.sya Allah
[p] kata seru untuk menyatakan perasaan heran, sayang, dan keterkejutan (maknanya ‘apa yg dikehendaki Allah’)
[http://deskripsi.com/m/masya-allah]

dan penemuan saya yang lain.

sumber : http://tajung.blogspot.com/2010/05/meluruskan-makna-masya-alloh.html

“Masya Allah, ini orang kok bisa jatuh dari pohon tomat ?”

“Masya Allah, anda kenapa….kok sampai pingsan ?”

dan beberapa kalimat lainnya dimana kata Masya Allah di ucapkan ketika ada sesuatu hal buruk yang terjadi. Begitulah kebiasaan kita orang Indonesia ketika menyerap bahasa serapan, kadang penggunaanya sering disalah gunakan. Saya bukan orang yang tau bahasa Arab, hanya karena kebetulan tahu dan punya sedikit penjelasan. Maka tak ada salahnya di bagi.

Makna Masya Allah

Masya Allah (ما شاء الله) adalah frase yang diungkapkan seorang Muslim untuk menunjukkan kekaguman terhadap seseorang atau kejadian. Dalam hal ini, digunakan sebagai ekspresi penghargaan, sementara dalam waktu yang sama juga sebagai pengingat bahwa semua pencapaian bisa terjadi karena kehendak-Nya. Terjemahannya kurang lebih adalah “Allah telah berkehendak akan hal itu”, dengan kata telah yang menekankan tentang ajaran Islam yang mengharuskan kita percaya kepada setiap ketentuan dari Allah. Digunakan sebagai ungkapan kegembiraan disertai doa.

Maa Syaa Allah yang bisa juga dimaknai Apa-apa yang dikehendaki Allah, dapat disambung dengan kata lain menjadi: Maa Syaa Allahu fa’al = Apa2 yang dikehendaki Alloh pasti terjadi. Biasanya kalimat ini diucapkan ketika ada sesuatu yang terjadi di luar kehendak kita, sehingga diharapkan kita tidak berburuk sangka kepada Alloh, tidak menyalahkan takdir Allah.

Contoh penggunaan Maa Syaa Allah…

“Dan mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “MAASYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan.”
(QS. al-Kahfi 18:39)

Dalam ayat itu ungkapan tersebut untuk menunjukkan kekaguman terhadap kebun yang bernilai. Dari sini mudah-mudahan kita gak lagi salah kaprah dan senantiasa mengucapkan kalimat Masya Allah pada tempat yang semestinya.

Kesimpulan: “Masya Allah” adalah ungkapan ketakjuban pada hal-hal yang indah dan memang hal indah itu dicinta & dikehendaki oleh Allah.

Ada yang mau menambahkan?
#Saling mengingatkan ya.

Satu pemikiran pada “Memahami frase Masya Allah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s