Bijak menyikapi musibah

Musibah berbeda dengan azab. Dalam perspektif Islam, musibah adalah sebagai bentuk pembelajaran bagi umat manusia untuk mengasah kesabaran dan kekuatan mental (QS 2:155), juga sebagai bentuk kasih sayang Allah kepada hambaNya, agar tidak melupakan hakikat kehambaan dan tidak menyombongkan diri(QS 57:22-23). Musibah menjadikan kita semakin kuat dan kreatif dalam menghadapi hidup karena sejatinya musibah adalah pengetahuan, yang pada hakikatnya merupakan pengalaman yang mengajarkan banyak hal pada kita.

Lalu bagaimana kita menyikapi musibah?
Kita pasti tidak ingin merugi dua kali. Sudah tertimpa musibah, tapi kita juga  merugi karena tidak bisa menangkap pesan moral di balik musibah tersebut. Untuk itu dalam menyikapi musibah, sebaiknya:

1. Bersikap husnudzan kepada Allah. Musibah tidak selalu negatif dan bukan sesuatu yang selamanya harus dibenci. Ada sisi positif kalau kita mampu mengambil keuntungan dari musibah tersebut. Orang yag terampil akan memanfaatkan sisi positif tersebut. Ia mampu mengubah kekalahan menjadi kemenangan dan kesulitan menjadi prestasi. Sebaliknya orang yang tidak terampil pasti akan mempersulit dirinya dengan musibah yang ada. Ia hanya berkeluh kesah, bahkan lebih ekstrim menyalahkan Tuhan. Barangkali pesan Muhammad Al-Ghazali perlu dijadikan pelajaran. “Jika seseorang memberi segelas air jeruk masam, jangan dibuang tapi tambahkan gula secukupnya.” Allah SWT berfirman, “Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu(QS 2: 216)”

2. Memelihara kebahagian di saat terkena musibah. Prinsip dasarnya adalah menahan kepedihan dan mampu beradaptasi dalam situasi dan kondisi apapun. Tidak perlu berlarut-larut dalam duka. Karena itu kita tidak boleh diatur oleh kondisi yang sulit dan tidak boleh terusik oleh hal sepele. Ketika kita melatih diri untuk bersikap sabar dan berbesar hati, maka musibah dan malapetaka pun mudah ditaklukkan.

3. Tidak panik menghadapi musibah. Kekalahan kita menghadapi musibah biasanya disebabkan kepanikan yang berlebihan sehingga kita mudah terjebak dalam sikap atau tindakan yang emosional. Padahal emosi yang tidak terkendali akan mengalahkan kesadaran diri dan melahirkan tindakan-tindakan yang tidak terkontrol sehingga malah memunculkan masalah baru yang akan semakin menambah beban.

4. Pelihara keimanan karena ia merupakan energi hidup. Mensucikan hati dan membersihkan kecemasan saat ditimpa musibah dengan keyakinan dan keimanan yang penuh kepada Allah ‘Azza Wa Jalla. Kehidupan tak lagi memiliki arti dan makna yang hakiki jika keimanan di hati telah tiada. Orang yang celaka bukanlah orang yang kehilangan harta, kekuasaan, dan jabatan karena musibah. Ia celaka ketika telah kehilangan keimanannya dikarenakan musibah.

Dengan upaya ini, semoga dapat menjalani kehidupan lebih baik dan memiliki jiwa yang tenang ketika ditimpa musibah. Orang seperti ini akan puas dengan segala sesuatu yang terjadi kepada mereka. Karena baginya itu sudah diatur dalam takdirNya. Semoga kita diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk sanggup dan menyikapi musibah, apapun bentuknya, dengan jiwa yang tenang dan penuh keimanan.

SM 2006

2 pemikiran pada “Bijak menyikapi musibah

  1. ini adalah pertanyaan untk cerita saya…! apakah itu disebut musibah atau karna kesalahan saya seutuhnya..? apakah saya bisa di sebut sebagai pembunuh? trima ksh semoga ada yg berkenan mmberikan jawannya. karena smpai hri ini saya sllu di hantui oleh perasaan atas kjadian itu.

  2. Jika kejadiannya tidak sengaja, menurut saya itu adalah musibah. Meskipun mungkin ada andil kita disana. Dihantui perasaan bersalah itu manusiawi, tapi jangan terlalu larut/berlebihan. Banyak berdoa. Semoga diberi kekuatan untuk menghadapi dan menjadikan anda semakin dekat denganNya. Karena setiap ada kejadian, pasti ada pelajaran dan hikmah dibaliknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s