Takut kepada Al-Khaliq

Takut kepada Allah bukan seperti orang yang ketakutan. Tetapi rasa takut yang mengarah pada mengagungkan, mengetahui ketetapan Allah , mengetahui kedudukan Allah, yakin pada ketentuan dan kekuasaan Allah atas makhlukNya. Takut seperti ini adalah takut yang dibungkus rasa cinta. Takut  ini lebih dikenal dengan judul ‘khusyuk’.

Sebelum menjadi hamba yang takut, kita wajib berjihad melawan nafsu. Jika hati kita mulai terkait dengan Allah maka kita akan menemukan hasilnya yakni jauh dari maksiat. Ketika kita mulai mampu membunuh kemaksiatan di hati, maka itu bukan karena sulit, namun itulah kelezatan saat kita mampu meninggalkan maksiat tersebut. Kita pun bisa takut menangis karena Allah.

“Tidak ada yang paling Allah cintai dari dua tetesan dan dua bekas, yaitu tetesan dari air mata takut pada Allah dan tetesan darah di jalan Allah. Adapun dua bekas adalah bekas (berjihad) di jalan Allahdan bekas (melakukan) kewajiban dari kewajiban-kewajiban Allah” (HR At-Turmudzi)

Lalu bagaimana meraih sifat mulia ini? Caranya:

  1. Menghentikan berbuat maksiat.Sedikitkan maksiat sekemampuan kita.
  2. Ingatlah hari kiamat, kematian, surga dan neraka.Ingatlah saat kita berdiri di hadapan Allah di akhirat kelak.
  3. Sayangi manusia karena Allah. Setiap kita berinteraksi dengan manusia dengan kasih sayang, maka setiap kali pula kita akan bertambah khusyuk.

Tak lupa kita harus senantiasa seimbang antara takut dan harap. Berharaplah akan rahmat Allah karena sifat Allah sebagai ArRahman dan ArRahim. Cemaslah ketika umur ini semakin panjang namun kita tak selalu mengisi waktu sebagai karunia dari Allah dengan amalan yang baik. Selalu merasa diawasi Allah itulah bentuk ketakutan kita.  Tak lagi mengharap pengakuan dari manusia selain hanya demi ridhaNya. Yang kita tahu bahwa Allah selalu melihat kita dimanapun berada. Karena kita takkan bisa bersembunyi di bumi Allah. Ingatlah amal-amal kita. Berapa banyak amal shalih yang tidak kita sempurnakan haknya? Sudah siapkah kita dijemput ajal? Sudah siapkah kita mempertanggungjawabkan segala perbuatan kita di akhirat kelak?

Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui(Al-Ankabuut 64)

Dan ganjaran dari Allah bagi hambaNya yang senantiasa takut:

“Dan bagi orang yang takut saat menghadap Rabbnya ada dua surga” (ArRahman 46)

[Diambil dari Sebening Mata Air, bab Takut kepada Allah – Amru Khalid]

 

2 pemikiran pada “Takut kepada Al-Khaliq

  1. Alhamdulillah ga pake ‘ya’. Hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s